skip to main |
skip to sidebar
Pernah gak loe merasa gerah ama kelakuan loe sendiri ? Saat loe merasa seseorang mulai masuk perlahan lahan dalam keseharian loe, mulai jadi bagian dari hidup loe dan mulai jadi prioritas dalam hari hari loe ? Lalu loe mulai merasa gerah dengan perasaan loe sendiri......saat sadar ternyata loe bukan prioritas buat dia..., loe hanya salah satu option buat dia.
Dia sering menelpon loe atau sekedar mengirim sms 'Good Morning' or ' Lagi dimana?' ....., begitulah selalu awalnya, dan the story start goes on. Same script different cast. Kemudian seiring berjalannya waktu, segalanya menjadi ritual, tanpa disadari menjadi kebiasaan untuk saling mengabari, berbicara curhat dan akhirnya menjadi 'kangen' kalau dia tidak ada kabar.....Have you ever?
It happened many times in my life. Biasanya saat hubungan itu meningkat menjadi suatu 'relation', semuanya menjadi berubah....., bisa jadi makin intens atau sebaliknya, saat rasa memiliki sudah menjadi sesuatu yang terkatakan tidak lagi tersirat maka semua ritual itu perlahan mulai melemah .....dan akhirnya menjadi hilang..... Hmmmm, begitulah hidup. Selalu ada awal dan ada akhir, ada hulu dan ada hilir, ada pertemuan dan ada perpisahan.....huaaaaaaa dangdutzzz...
Beberapa orang yang pernah 'dekat' dengan gue memilih untuk me remove gue dari friendlist di FB nya ;) .....lucu juga, biasanya perempuan yang lebih melowww soal begini, tapi ternyata laki laki bisa melow juga kan? hahahahha, gue sih gak ambil pusing soal itu, bukankah itu hak dan pilihan mereka...., yang paling lucu biarpun sudah di remove, tapi nanti mereka tetap curi curi kirim message di YM atau HP ...., hahahahha so what's the point? Intinya ,mungkin karena mereka merasa risi karena keinginan untuk tetap ngintip profile kita setiap hari untuk melihat 'whazzzz up today with her/him' ....dan kalau ada hal hal yang tidak berkenan dengan perasaan maka akan jadi pertanyaan pertanyaan yang tidak terjawab dan kadang menyakiti diri sendiri.....
Kadang FB menjadi teman disaat kita sedang sendirian, karena dalam sekejap tanpa harus keluar dari rumah, mandi, berdandan dan menyetir mobil di kemacetan, kita bisa berdialog dengan banyak orang, hanya dengan duduk manis di depan screen kompi kita dan bermain dengan tuts tuts keyboard, so simple and easy. Tapi dengan kata lain, so simple and easy too....to get hurt when we find the truth in someone wall .....hahahahhaha ironis ya.
Begitulah hidup di era modern ini, ketika jarak tidak lagi terlalu jauh memisahkan manusia dgn manusia, ketika tekhnologi sudah begitu cekatan memberi solusi dari begitu banyak pertanyaan dalam hidup kita.
But still ....not every question has the answer ! Tetap masih banyak pertanyaan pertanyaan abadi yang ada di dalam hati dan tidak bisa kita katakan atau kadang bisa kita tanyakan tapi tidak mendapat jawabannya. The truth is "What I am looking for is not out there, it is in me".
-----------------------------sugarflo 2010 ----------------------
For all my friends who curious with the answer of life !
Saya cuma seorang 'single parents'.
Tapi saya bersyukur dalam ketidak sempurnaan saya sebagai seorang wanita dengan 2 orang permata hati saya, meskipun 'tidak lengkap', tapi saya sangat bahagia.
Meski kehidupan tidak selalu ramah kepada kami, namun kebahagiaan bukanlah selalu 'kesempurnaan;.
Saya sangat prihatin melihat realitas dunia.
Dimana banyak keluarga yang lebih tidak beruntung dari keluarga saya.
Mereka memiliki keluarga lengkap, memiliki seorang ibu, seorang ayah dan tentunya anak anak sebagai permata keluarga, namun entah kenapa mereka mengeluhkan banyak hak yang terkadang mengejutkan untuk saya, dan membuat sedih hati saya.
Atau keluarga tidak lengkap lainnya, tanpa ayah atau tanpa ibu atau terkadang tanpa anak......
betapa banyaknya jenis permasalahan yang ada di dunia ini, seolah kita diberikan pilihan paket paket masalah yang berbeda beda dengan bonus yang berbeda pula, seperti paket makanan di fast food :) atau paket pilihan layanan selular...., free sms, atau free nelpon murah atau free feature feature lainnya....., dan begitulah kehidupan ....., kadang di satu sisi kita kekurangan namun lebih di sisi lainnya, tak pernah ada 'kesempurnaan'....bukankah itu manusiawi?
Dan bukannya saya mensyukuri kehidupan kami (saya dan anak anak) yang tanpa seorang ayah sebagai kepala keluarga yang seharusnya, namun saya mensyukuri bahwa kekurangan itu bisa kami atasi dengan baik sebagai 'team', meski tetap selalu ada semacam 'lubang' disana....., namun lubang itu bisa saya tutupi dengan mensyukuri 'nikmat' Tuhan lainnya yang tak terkira. Anugerah di saat saya melihat kedua anak saya tumbuh menjadi anak yang berakhlak dan berbudi, melihat kedua permata saya bercengkrama dan bercanda, atau kami sekedar tertawa bersenda gurau dan menonton TV dan DVD bertiga di rumah mungil kami, atau sekedar mendengar putra saya bercerita tentang pacarnya yang lucu, atau putri saya yang selalu dengan gemas memeluk dan mencium saya tak ada habisnya, atau bermain game online bersama, saling berusaha mengalahkan record dan menertawakan ketololan ketololan saya yang sudah mulai suka lupa akan hal hal kecil atau bertingkah clumsy.....it's really a gift !
Ada hal hal yang sejujurnya mungkin saya sesali....tapi lebih banyak lagi yang saya syukuri !
Hidup memberikan begitu banyak pilihan dan saya telah memilih yang terbaik. Saya prihatin dengan begitu banyaknya kesedihan yang di alami sahabat, teman dan bahkan orang asing yang hanya saya lihat di TV. Betapa sulitnya menjalani kehidupan ini, betapa kejamnya kenyataan yang ada, atau betapa naifnya kita yang sering hanya menyalahkan keadaan ? Saya tidak cukup bijak untuk memahami segala kekejaman dan ketidak sempurnaan yang ada di sekitar saya....., namun satu hal yang terlintas di benak saya, jalan kehidupan adalah pilihan kita sendiri, kitalah yang menentukan dan membentuk masa depan kita sendiri...., bukan tetangga kita, bukan teman kita dan bukan juga mantan suami atau istri kita ....., orang tua mungkin memberikan landasan buat kita menapaki kehidupan, namun kesalahan apapun dalam kehidupan ini adalah tanggung jawab kita sendiri...., setelah kita dewasa dan mampu memilih mana yang baik dan tidak. Isn't it ?
So...., tidak ada kata terlambat untuk merubah hal hal 'salah' dalam hidup kita. Selama kita mau berusaha dan mau bertekad, bahwa kehidupan bisa menjadi lebih baik dan selama kita mau menyisakan sebuah kalimat sederhana yang mudah di ucapkan tapi sulit untuk di jalankan dengan ikhlas....., yakni 'bersyukur'. Masih banyak orang orang lain yang mungkin lebih tidak beruntung dari kita. Bukankah untuk bersyukur kita harus mampu melihat ke bawah ? dan untuk kehidupan yang lebih baik kita dapat melihat ke atas, agar kita selalu sadar bahwa masih banyak hal hal yang harus kita capai dalam hidup ini.
Notes ini saya buat, untuk sahabat sahabat saya yang sedang bersedih :)
I love u guys ! Please be strong and believe in your faith !
---------------------------------- sugarflo 2010 --------------------------
Aku terdiam. Meski suasana di sekitarku begitu hiruk pikuk dengan alunan musik dansa yang menggoda dalam setiap hentakannya. Kedua teman yang duduk di sisiku juga diam....kami bertiga diam.
Entah apa yang merasuki pikiran kami masing masing, mungkin kami mengagumi orang orang yang sedang asyik menari di lantai dansa, atau mungkin pikiran kami kosong saja tanpa bermakna, atau entahlah....yang jelas kami diam beberapa saat.
Sesaat berlalu, seorang teman datang menghampiri meja kami, sekedar bertegur sapa. Aku tersenyum, berbicara dengan ramah dan sedikit membumbui obrolan kami dengan tawa renyahku...., semoga begitu terdengarnya oleh mereka ;) Karena masing masing hati tak ada yang tahu, setiap orang memiliki misterinya masing masing, kebisuannya sendiri yang terkunci rapat dalam dalam. Kadang kami berdansa, mengikuti dentuman irama salsa yang sensual dan erotis, menyatu dalam tarian yang menghanyutkan, bergoyang dan berputar, dan tentu saja tersenyum bahkan kadang tertawa. Namun siapa yang tahu hati kami masing masing ? Hanya keheningan di dalamnya yang tak terkuak bahkan oleh hentakan melody yang begitu bersemangat.....
Begitulah hidup....,hanya ketika tengah sendiri di balik selimut hangat tempat tidur kita atau di depan laptop kesayangan kita, atau di dalam mobil ketika kita menyetir pulang, barulah kenyataan itu terkuak.
Kegembiraan begitu mudah untuk dibagi, namun kesedihan dan kegetiran bisa terkunci rapat rapat dalam relung yang terdalam, diam, menunggu waktu menghapusnya. Semua adalah peran yang harus kita mainkan dalam kehidupan ini, kadang menyenangkan dan lebih banyak mengecewakan, karena manusia tidak pernah berhenti mengharapkan keindahan dan utopia.
Hidup, sejak kita menghirup aromanya, maka kita takkan pernah lepas dari misteri yang mengiringi langkah kehidupan. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian, namun kita bisa belajar untuk memahami kehidupan dari kekecewaan masa lalu. Fyyuuhhh, andai saja ketika lahir kita membawa semacam guide book tentang arah kehidupan kita, mungkin manusia tidak akan pernah melakukan kesalahan :) hahahahaha tapi manusiawikah itu?
So life goes on ;) meskipun iramanya tidak seceria hentakan tarian salsa atau semerdu irama rumba dan se eksotis aluanan tango..... but we have to move on. Just follow the music,move your body and trust your dance partner....but it's much easier to dance alone. No one lead you and no one will hurt you :)
C'est La Vie...
---------------------- sugarflo 2009 -----------------------
Gue tergugah pengen nulis notes ini, karena teringat sebuah percakapan dengan teman beberapa waktu yang lalu..., teman gue itu bilang "kalau istri / perempuan selingkuh itu sebuah aib dan kurang ajar, pasti perempuan gak tahu diri tapi kalau suami/ laki laki selingkuh, itu biasa " :) hehehehhe so pasti temenku itu seorang laki laki lah ya...Saat itu aku diam saja..., tersenyum seperti biasa, meski heran kok gampang banget orang berpikir begitu? Meski gue setuju kalau selingkuh itu gak baik dan kurang ajar, tapi ya sama aja, mau cewek apa cowok, namanya selingkuh ya sama aja salah dan kurang ajarnya :) Buatku omongan semacam itu sudah menjadi makanan sehari-hari hahahahha sehubungan kehidupanku memang lebih banyak diantara kaum pria daripada wanita, so omongan setipe itu sudah menjadi 'biasa' dikupingku, dan karena kami perempuan selalu mjd golongan minoritas dalam lingkungan pekerjaanku, karenanya aku malas untuk menimpali apalagi berdebat. Bukankah setiap orang punya hak untuk menyatakan pendapat.
Pengalaman hidupku banyak mengajariku hal hal yang unik dan seru, pengalaman teman-teman disekitarku juga beragam dan dari berbagai lapisan masyarakat, dari yang anak pejabat, istri pejabat, simpanan pejabat, pejabatnya sendiri, pengusaha, kaum terpelajar sampai anak orang susah yang untuk makan aja musti berjuang keras.So....cerita miring maupun lurus, sudah menjadi makanan sehari hari.
Herannya, di dalam masyarakat yang katanya modern ini, perempuan tetap menjadi warga kelas 4. Posisi teratas sudah pasti kaum lelaki , kedua anak anak,ketiga orang tua dan baru perempuan ;) hehehehe. Ibaratnya nonton konser, perempuan tuh bagian 'festival'...., udah musti berdiri, bayar pula, desak-desakan tapi baris terdepan ;) Kenapa ? Karena perempuan selalu yang paling bisa di andalkan, kalau ada 'apa apa' hahahaha. Kalau jadi duda, buat lelaki gak menjadi 'big deal', biasanya mereka gak terlalu sulit untuk mencari pengganti alias new wife, apalagi kalau mapan, wah jangankan janda, gadis ting tingpun ikutan ngantri dengan semangat, masyarakat pun tidak memandang status duda ini menjadi penghalang untuk menikahkan seorang perawan ting ting dengan sang duda, buat masyarakat kita, sah sah aja kok, sedikit orang tua yang keberatan meski sang duda sudah punya ekor, alias anak. Lain hal kalau dengan janda, huaaaaaaaa ..... bahkan seorang ibupun yang notabene sesama gender dengan sang janda, akan tetap merasa keberatan bila anak lelakinya yang masih ting ting (berdasarkan status bukan berarti masih perjaka yeee....hehehe) ingin menikahi seorang janda. Sepertinya menjadi janda itu adalah aib yang tak termaafkan, apalagi kalau janda pisah hidup, bukan di tinggal mati suaminya :(
Begitulah nasib perempuan, sejak jaman adam di turunkan ke bumi, tentu saja akibat salah si 'hawa'. So sudah kodratnya perempuan selalu disalahkan, bahkan jaman yang katanya modern dan beradab ini tidak mampu merubah image tersebut. Sepertinya 'perbedaan' pandangan terhadap status 'janda' dan duda tadi memang sudah disetujui oleh masyarakat umum, bahwa 'janda' memang berbeda.
Baru saja di TV, gue juga denger si Tukul bilang, kalau janda pisah hidup dah pasti cewek egois....hahahahha, nambah lagi predikat baru. Tapi benarkah separah itu image seorang janda di mata masyarakat? Seharusnya kita sebagai kaum perempuanlah yang mulai menerima predikat janda itu sebagai hal yang 'biasa' sebagaimana status duda, sayangnya justru kaum perempuan yang sering mengecam predikat 'janda' sebagai hal yang mengerikan dan 'berbahaya', apalagi janda kembang :)
hahahahhaha. Jujurnya, gue nulis notes ini memang di latar belakangi karena I am one of them, ya gue juga seorang janda., and I know how it feels ;) Gue suka geli sendiri kalau gue baru pindah rumah, dan tetangga sekitar tahu kalau gue janda :) hahahahha, kayaknya cemas banget tetangga an ama janda ;) hahahahha, malah dulu di komplek gue yang lama, gue pernah dicurigai jadi simpanan seorang laki-laki tua berusia 70 tahunan, yg sering bolak balik ke rumah gue...., ngantar ini ngantar itu :) hihihihihihihi, belakangan mereka akhirnya nyadar, kalau itu BOkap gue man :) huahahahahha kasihan deh..., jadi kehabisan bahan gosip tetangga tetangga gue.
Hahahha. Janda. Sebuah label yang banyak membuat banyak perempuan takut menyandang predikat janda. Tak sedikit orang yang menganggap mereka yang berpredikat 'janda' bukanlah 'warga biasa'.Seolah ada catatan merah, ada lingkaran penanda, pahamilah.....apakah salah menjadi janda?
------------------------------ sugarflo 2009 ---------------------------